RANGKUMAN MATERI KELAS 8 SEMESTER GENAP (KONVERSI SISTEM BILANGAN)
KONVERSI SISTEM BILANGAN
I. Konversikan bilangan desimal berikut ke bilangan biner:
1. 12
2. 30
3. 8
4. 17
5. 45
Penjelasan
Untuk mengkonversi bilangan desimal ke biner, kita dapat menggunakan
metode pembagian berulang dengan 2. Berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Bagi bilangan desimal dengan 2.
2. Tulis sisa hasil bagi (0 atau 1).
3. Ulangi langkah 1 dan 2 dengan hasil bagi
sebagai bilangan desimal yang baru.
4. Lanjutkan hingga hasil bagi menjadi 0.
5. Baca sisa hasil bagi dari bawah ke atas untuk mendapatkan
bilangan biner.
Contoh
Mari kita konversi bilangan desimal 25 ke biner:
25 / 2 = 12 sisa 1
12 / 2 = 6 sisa 0
6 / 2 = 3 sisa 0
3 / 2 = 1 sisa 1
1 / 2 = 0 sisa 1
Jadi, bilangan biner dari 25 adalah 11001.
II. Konversikan bilangan desimal berikut ke bilangan oktal:
1. 12
2. 30
3. 8
4. 17
5. 45
Penjelasan
Untuk mengkonversi bilangan desimal ke oktal, kita dapat menggunakan
metode pembagian berulang dengan 8. Berikut adalah langkah-langkahnya:
1. Bagi bilangan desimal dengan 8.
2. Tulis sisa hasil bagi (0-7).
3. Ulangi langkah 1 dan 2 dengan hasil bagi
sebagai bilangan desimal yang baru.
4. Lanjutkan hingga hasil bagi menjadi 0.
5. Baca sisa hasil bagi dari bawah ke atas untuk
mendapatkan bilangan oktal.
Contoh
Mari kita konversi bilangan desimal 25 ke oktal:
25 / 8 = 3 sisa 1
3 / 8 = 0 sisa 3
Jadi, bilangan oktal dari 25 adalah 31.
III. Konversikan bilangan desimal berikut ke bilangan heksadesimal:
1. 12
2. 30
3. 8
4. 17
5. 45
Penjelasan
Untuk mengkonversi bilangan desimal ke heksadesimal, kita dapat
menggunakan metode pembagian berulang dengan 16. Berikut adalah
langkah-langkahnya:
1. Bagi bilangan desimal dengan 16.
2. Tulis sisa hasil bagi (0-15). Jika sisa hasil
bagi lebih dari 9, maka konversikan ke huruf yang sesuai (A=10, B=11, C=12,
D=13, E=14, F=15).
3. Ulangi langkah 1 dan 2 dengan hasil bagi sebagai
bilangan desimal yang baru.
4. Lanjutkan hingga hasil bagi menjadi 0.
5. Baca sisa hasil bagi dari bawah ke atas untuk
mendapatkan bilangan heksadesimal.
Contoh
Mari kita konversi bilangan desimal 25 ke heksadesimal:
25 / 16 = 1 sisa 9
1 / 16 = 0 sisa 1
Jadi, bilangan heksadesimal dari 25 adalah 19.
B. KONVERSI BILANGAN PECAHAN
Latihan Soal :
I.
Konversikan bilangan desimal pecahan berikut ke bilangan biner:
1. 0.25
2. 0.75
3. 0.125
4. 0.625
5. 0.375
Penjelasan
Untuk mengkonversi bilangan desimal pecahan ke biner, kita dapat
menggunakan metode perkalian berulang dengan 2. Berikut adalah
langkah-langkahnya:
1. Kalikan bilangan desimal pecahan dengan 2.
2. Jika hasilnya lebih besar atau sama dengan 1,
tulis 1. Jika hasilnya kurang dari 1, tulis 0.
3. Ambil bagian pecahan dari hasil perkalian dan
ulangi langkah 1 dan 2.
4. Lanjutkan hingga bagian pecahan menjadi 0 atau
mencapai jumlah digit biner yang diinginkan.
5. Baca digit biner dari atas ke bawah.
Contoh
Mari kita konversi bilangan desimal pecahan 0.625 ke biner:
0.625 x 2 = 1.25 (tulis 1)
0.25 x 2 = 0.5 (tulis 0)
0.5 x 2 = 1.0 (tulis 1)
Jadi, bilangan biner dari 0.625 adalah 0.101.
II.
Konversikan bilangan oktal pecahan berikut ke bilangan biner:
1. 0.2
2. 0.5
3. 0.1
4. 0.7
5. 0.3
Penjelasan
Untuk mengkonversi bilangan oktal pecahan ke biner, kita perlu mengubah
setiap digit oktal menjadi 3 digit biner yang sesuai.
Langkah-langkah konversinya adalah sebagai
berikut:
1. Ubah setiap digit oktal sebelum dan sesudah
koma menjadi 3 digit biner yang sesuai.
2. Gabungkan digit-digit biner tersebut.
Contoh
Mari kita konversi bilangan oktal pecahan 0.5 ke biner:
·
Digit 5 dalam oktal diubah menjadi 101 dalam biner.
Jadi, bilangan biner dari 0.5 (oktal) adalah
0.101.
III.
Konversikan bilangan heksadesimal pecahan berikut ke bilangan biner:
1. 0.A
2. 0.C
3. 0.3
4. 0.F
5. 0.5
Penjelasan
Untuk mengkonversi bilangan
heksadesimal pecahan ke biner, kita perlu mengubah setiap digit heksadesimal
menjadi 4 digit biner yang sesuai.
1. Ubah setiap digit heksadesimal sebelum dan
sesudah koma menjadi 4 digit biner yang sesuai.
2. Gabungkan digit-digit biner tersebut.
Contoh
Mari kita konversi
bilangan heksadesimal pecahan 0.A ke biner:
·
Digit A
dalam heksadesimal diubah menjadi 1010 dalam biner.
Jadi, bilangan
biner dari 0.A (heksadesimal) adalah 0.1010.
RANGKUMAN MATERI KELAS 8 SEMESTER GENAP (PENJABARAN SISTEM BILANGAN)
SISTEM BILANGAN
A. PENJABARAN SISTEM BILANGAN DESIMAL
Penjelasan
Sistem bilangan desimal adalah sistem bilangan berbasis 10 yang
menggunakan angka 0 hingga 9. Setiap digit dalam bilangan desimal memiliki
nilai tempat yang bergantung pada posisinya. Nilai tempat ini merupakan
perpangkatan dari 10.
Contoh
Mari kita jabarkan bilangan desimal 456:
·
Digit 4 berada pada posisi ratusan, sehingga nilainya adalah 4 x 10^2 =
400.
·
Digit 5 berada pada posisi puluhan, sehingga nilainya adalah 5 x 10^1 =
50.
·
Digit 6 berada pada posisi satuan, sehingga nilainya adalah 6 x 10^0 =
6.
Jadi, penjabaran bilangan desimal 456 adalah 400 + 50 + 6.
Soal
Jabarkan bilangan desimal berikut dan nyatakan nilai setiap digitnya:
1. 1234
2. 987
3. 503
4. 2718
5. 6942
B. PENJABARAN SISTEM BILANGAN BINER
Penjelasan
Sistem bilangan biner adalah sistem bilangan berbasis 2 yang hanya
menggunakan angka 0 dan 1. Setiap digit dalam bilangan biner memiliki nilai
tempat yang bergantung pada posisinya, yang merupakan perpangkatan dari 2.
Contoh
Mari kita jabarkan bilangan biner 1011:
·
Digit 1 paling kiri berada pada posisi 2^3, sehingga nilainya adalah 1 x
2^3 = 8.
·
Digit 0 berada pada posisi 2^2, sehingga nilainya adalah 0 x 2^2 = 0.
·
Digit 1 berikutnya berada pada posisi 2^1, sehingga nilainya adalah 1 x
2^1 = 2.
·
Digit 1 paling kanan berada pada posisi 2^0, sehingga nilainya adalah 1
x 2^0 = 1.
Jadi, penjabaran bilangan biner 1011 adalah 8 + 0 + 2 + 1 = 11 (dalam
desimal).
Soal
Jabarkan bilangan biner berikut dan nyatakan nilai setiap digitnya dalam
desimal:
1. 1100
2. 0110
3. 1001
4. 1110
5. 0011
C. PENJABARAN SISTEM BILANGAN OKTA
Penjelasan
Sistem bilangan oktal adalah sistem bilangan berbasis 8 yang menggunakan
angka 0 hingga 7. Setiap digit dalam bilangan oktal memiliki nilai tempat yang
bergantung pada posisinya, yang merupakan perpangkatan dari 8.
Contoh
Mari kita jabarkan bilangan oktal 35:
·
Digit 3 berada pada posisi 8^1, sehingga nilainya adalah 3 x 8^1 = 24.
·
Digit 5 berada pada posisi 8^0, sehingga nilainya adalah 5 x 8^0 = 5.
Jadi, penjabaran bilangan oktal 35 adalah 24 + 5 = 29 (dalam desimal).
Soal
Jabarkan bilangan oktal berikut dan nyatakan nilai setiap digitnya dalam
desimal:
1. 123
2. 74
3. 50
4. 271
5. 632
D. PENJABARAN SISTEM BILANGAN HEKSADESIMAL
Penjelasan
Sistem bilangan heksadesimal adalah sistem bilangan berbasis 16 yang
menggunakan angka 0 hingga 9 dan huruf A hingga F (A=10, B=11, C=12, D=13,
E=14, F=15). Setiap digit dalam bilangan heksadesimal memiliki nilai tempat
yang bergantung pada posisinya, yang merupakan perpangkatan dari 16.
Contoh
Mari kita jabarkan bilangan heksadesimal 3A:
·
Digit 3 berada pada posisi 16^1, sehingga nilainya adalah 3 x 16^1 = 48.
·
Digit A (10) berada pada posisi 16^0, sehingga nilainya adalah 10 x 16^0
= 10.
Jadi, penjabaran bilangan heksadesimal 3A adalah 48 + 10 = 58 (dalam
desimal).
Soal
Jabarkan bilangan heksadesimal berikut dan nyatakan nilai setiap
digitnya dalam desimal:
1. 1C3
2. 7F
3. 50
4. 2B1
5. 6D2
Kompetensi
UJI KOMPETENSI SISWA BAB. 5 JARINGAN KOMPUTER DAN INTERNET ( FASE D / KELAS 7) KURIKULUM MERDEKA (DEEP LERANING)
Quiz Informatika Kelas 7 Bab Jaringan Komputer dan Internet oleh khairulm80
-
Presentasi Konsep Himpunan Data Berstruktur Kecil Kelas 8 MTs Futuhiyyah 2 oleh khairulm80
-
Presentasi Informatika: CMS dan Blog untuk Kelas 9 oleh khairulm80
-
Presentasi Berpikir Komputasional: Konsep Data Terstruktur Kelas 7 oleh khairulm80

