Tugas Pokok dan Fungsi


Tugas Pokok dan Fungsi Pengelola Madrasah terdiri dari :


1.    Kepala Madrasah
Kepala Madrasah berfungsi sebagai Edukator, Manager, Administrator, Supervisor, Leader, Inovator dan Motivator
1.    Kepala Madrasah selaku edukator bertugas melaksanakan proses pengajaran secara efektif dan efisien.
2.    Kepala Madrasah selaku manajer mempunyai tugas :
3.    Menyusun perencanaan.
4.    Mengorganisasikan kegiatan.
5.    Mengarahkan/mengendalikan kegiatan.
6.    Mengkoordinasikan kegiatan.
7.    Melaksanakan pengawasan.
8.    Menentukan kebijaksanaan.
9.    Mengadakan rapat mengambil keputusan.
10. Mengatur proses belajar mengajar.
11. Mengatur administrasi :
12. Katatausahaan.
13. Kesiswaan.
14. Ketenagaan.
15. Sarana prasarana.
16. Keuangan.
17. Kepala Madrasah selaku administrator bertugas menyelenggarakan administrasi :
18. Perencanaan.
19. Pengorganisasian.
20. Pengarahan dan pengendalian.
21. Pengkoordinasian.
22. Pengawasan.
23. Evaluasi.
24. Kurikulum.
25. Kesiswaan.
26. Ketatausahaan.
27. Ketenagaan.
28. Kantor.
29. Keuangan.
30. Perpustakaan.
31. Laboratorium.
32. Ruang keterampilan – kesenian.
33. Bimbingan konseling.
34. UKS.
35. OSIS.
36. Serbaguna.
37. Media pembelajaran.
38. Gudang.
39. 7K.
40. Sarana / prasarana dan perlengkapan lainnya.
41. Kepala Madrasah selaku Supervisor bertugas menyelenggarakan supervisi mengenal :
42. Proses belajar mengajar.
43. Kegiatan bimbingan.
44. Kegiatan ekstrakulikuler.
45. Kegiatan kerja sama dengan masyarakat / instansi lain.
46. Kegiatan ketatausahaan.
47. Sarana dan prasarana.
48. Kegiatan OSIS.
49. Kegaitan 7K.
50. Perpustakaan.
51. Laboratorium.
52. Kantin / warung Madrasah.
53. Koperasi Madrasah.
54. Kehadiran guru, pegawai, dan siswa.

2.            Wakil Kepala Madrasah: Wakil Kepala Madrasah membantu Kepala Madrasah dalam kegiatan-kegiatan sbb:
3.    Penyusunan rencana, pembuatan program kegiatan dan program pelaksana.
4.    Pengorganisasian.
5.    Pengarahan.
6.    Ketenagakerjaan.
7.    Pengkoordinasian.
8.    Pengawasan.
9.    Penilaian.
10. Identifikasi dan pengumpulan data.
11. Pengembangan keunggulan.
12. Penyusunan laporan.

2.1. Wakil Kepala Madrasah Urusan Kurikulum :
·          Menyusun program pengajaran.
·          Menyusun pembagian tugas dan jadwal pelajaran.
·          Menyusun jadwal dan pelaksanaan ulangan umum serta ujian akhir.
·          Menetapkan kriteria persyaratan naik/tidak naik dan kriteria kelulusan.
·          Mengatur jadwal penerimaan buku laporan penilaian hasil belajar dan STTB.
·          Mengkoordinasikan dan mengarahkan penyusunan satuan pembelajaran.
·          Membina kegiatan MGMP / Team Teaching.
·          Membina kegiatan sanggar MGMP.
·          Menyiapkan siswa untuk lomba akademik.
·          Membina dan mengembangkan kelas unggulan MIPABING.
·          Memeriksa perangkat pembelajaran (silabus, RPP, evaluasi, ketuntasan belajar, program pengayaan / remedial guru)
·          Mengkoordiner dan melaksanakan supervisi pembelajaran secara rutin atau berkala.
·          Melaksanakan pemilihan guru berprestasi.
·          Membuat laporan pelaksanaan tugas kepala Madrasah.

2.2. Wakil Kepala Madrasah Urusan Kesiswaan :
·         Menyusun program pembinaan kesiswaan / OSIS.
·         Melaksanakan bimbingan, pengarahan dan pengendalian kegiatan siswa/OSIS dalam rangka menegakkan disiplin.
·         Membina pengurus OSIS dalam berorganisasi.
·         Membina dan melaksanakan koordinasi keamanan, kebersihan, ketertiban, kerindangan, keindahan, kekeluargaan dan kesehatan (7K).
·         Melaksanakan pemilihan pengurus OSIS.
·         Melaksanakan MOS siswa baru.
·         Menyusun program dan jadwal pembinaan siswa secara berkala dan insidental.
·         Melaksanakan pemilihan siswa teladan dan calon siswa penerima beasiswa.
·         Mengadakan pemilihan siswa untuk mewakili Madrasah dalam kegiatan diluar Madrasah.
·         Menyusun program ekstra kurikuler : olahraga, kesenian dan drum band.
·         Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan kesiswaan secara berkala dan bertanggung jawab kepada Kepala Madrasah.
2.3. Wakil Kepala Madrasah Urusan Hubungan Masyarakat :
·         Menciptakan hubungan kekeluargaan yang harmonis guru / pegawai dan siswa.
·         Mengatur dan meyelenggarakan hubungan Madrasah dengan orang tua / wali siswa
·         Membina hubungan antar Madrasah dengan komite, alumni, dan tokoh masyarakat.
·         Membina pengembangan hubungan antar Madrasah dengan lembaga pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial lainnya.
·         Menyusun laporan pelaksanaan hubungan masyarakat secara berkala dan bertanggung jawab kepada Kepala Madrasah.
2.4. Wakil Kepala Madrasah Urusan Sarana Prasarana :
·         Menyusun rencana kebutuhan sarana prasarana.
·         Mengkoordinasi pendayagunaan sarana prasarana.
·         Mengatur pengguna alat-alat pembelajaran.
·         Melaksanakan penataan lingkungan Madrasah.
·         Menyusun laporan pelaksanaan urusan sarana secara berkala dan bertanggung jawab kepada Kepala Madrasah.

3.            Guru: bertanggung jawab kepada kepala Madrasah dan mempunyai tugas melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dan efisien serta optimal.
4.    Membuat program pengajaran :
5.    Program tahunan / semester.
6.    Silabus.
7.    Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
8.    Melaksanakan kegiatan pembelajaran.
9.    Melaksanakan kegiatan penilaian belajar, ulangan harian, semester.
10. Melaksanakan analisis hasil ulangan harian.
11. Menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan.
12. Mengisi daftar nilai siswa.
13. Melaksanakan kegiatan membimbing guru dalam kegiatan proses belajar mengajar.
14. Membuat alat pengajaran / alat peraga.
15. Menciptakan karya seni.
16. Melaksanakan kegiatan tertentu diMadrasah.
17. Mengadakan pengembangan bidang pengajaran yang menjadi tanggung jawabnya.
18. Membuat catatan tentang kemajuan hasil belajar masing-masing siswa.
19. Meneliti daftar hadir siswa sebelum memulai pelajaran.
20. Mengatur kebersihan ruang kelas dan ruang praktikum.
21. Mengumpulkan dan menghitung angka kredit untuk kenaikan pangkat.

4.            Wali Kelas : membantu Kepala Madrasah dalam kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
5.    Pengolahan kelas.
6.    Penyelenggaraan administrasi.
7.    Bertanggung jawab atas kemajuan/perkembangan dan prestasi siwa melalui kerjasama dengan guru BK dan orang tua.
8.    Pengisian daftar kumpulan nilai siswa (legger).
9.    Pencatatan mutasi siswa.
10. Pembuatan catatan khusus untuk pembinaan tentang siswa (pelanggaran disiplin, ketidakhadiran).
11. Pengisian buku laporan penilaian hasil belajar.
12. Pembagian buku laporan penilaian hasil belajar.
·         Denah tempat duduk siswa.
·         Papan absen siswa.
·         Daftar pelajaran siswa.
·         Daftar piket kelas.
·         Buku absen.
·         Buku kegiatan pembelajaran / buku kelas.
·         Tata tertib kelas.
·         Membuat struktur organisasi kelas

5.            Guru Bimbingan dan Konseling.
6.    Menyusun program pelaksanaan bimbingan dan konseling.
7.    Melakukan koordinasi dengan wali kelas dalam rangka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi oleh siswa tentang kesulitan belajar.
8.    Memberikan layanan bimbingan kepada siswa agar lebih berprestasi dalam kegiatan belajar.
9.    Memberikan saran dan pertimbangan kepada siswa dalam memperoleh gambaran tentang lanjutan pendidikan dan lapangan pekerjaan yang sesuai.
10. Mengadakan penilaian pelaksanaan bimbingan dan konseling.
11. Menyusun statistik hasil penilaian bimbingan dan konseling.
12. Melaksanakan kegiatan analisis hasil evaluasi belajar.
13. Menyusun dan melaksanakan program tindak lanjut bimbingan dan konseling.
14. Mengikuti kegiatan dan musyawarah guru pembimbing (MGMP).
15. Menyusun laporan pelaksanaan bimbingan dan konseling.

6.            Pustakawan Madrasah / Petugas Perpustakaan.
7.    Merencakan pengadaan buku/bahan pustaka media elektronik.
8.    Mengurus pelayanan pustaka.
9.    Merencanakan pengembangan perpustakaan.
10. Memelihara dan perbaikan buku/bahan pustaka/media elektronik.
11. Menginventarisasi dan mengadministrasikan buku-buku/bahan pustaka/media elektronik.
12. Menyimpan buku-buku perpustakaan media elektronik.
13. Menyusun tata tertib perpustakaan.
14. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perpustakaan secara berkala.

7.            Pengelolah Laboratorium Penanggung Jawab Pengelola Laboratorium
8.    Merencanakan pengadaan alat dan bahan laboratorium.
9.    Menyusun jadwal dan tata tertib penggunaan laboratorium.
10. Menyusun program tugas-tugas laboratorium.
11. Mengatur dan menyimpan daftar alat-alat laboratorium.
12. Memelihara dan perbaikan alat-alat laboratirum.
13. Menginventarisasi dan mengadministrasikan alat-alat laboratorium .
14. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan laboratorium.

8.            Kepala Tata Usaha Madrasah: bertanggung jawab kepada kepala Madrasah dan melaksanakan ketatausahaan Madrasah meliputi kegiatan sebagai berikut :
9.    Menyusun program tata usaha.
10. Melaksanakan program tata usaha.
11. Mengurus administrasi ketenagaan dan kesiswaan, kurikulum dan umum.
12. Membina dan mengembangkan karier pegawai tata usaha Madrasah.
13. Menyusun administrasi perlengkapan Madrasah.
14. Menyusun dan pengajian data / statistik Madrasah.
15. Mengawasi dan mengendalikan pembagian tugas pegawai.
16. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan pengurusan ketatausahaan secara berkala.
17. Bertanggung jawab kepada Kepala Madrasah.

9.  Bendahara :
10. Membukukan arus uang masuk dan keluar.
11. Membayar gaji dan honorarium serta kesejahteraan Guru/Pegawai pada waktu yang tepat.
12. Mengadministrasikan keuangan Madrasah sesuai dengan petunjuk.
13. Setiap pengeluaran keuangan harus sepengetahuan/persetujuan Kepala Madrasah.
14. Mengendalikan keuangan sesuai dengan RABPS.
15. Menyusun laporan keuangan secara rutin dan bertanggung jawab kepada Kepala Madrasah.

1.    Laboran Laboratorium IPA (Fisika,Biologi,Kimia).
2.    Merencanakan pengadaan alat-alat/bahan kimia Laboratorium IPA (Fisika, Biologi, Kimia).
3.    Membantu menyusun jadwal dan tata tertib pendayagunaan laboratorium IPA (Fisika, Biologi, Kimia).
4.    Menyusun Program kegiatan Laboran.
5.    Mengatur kebersihan, pemeliharaan, perbaikan dan penyimpanan alat-alat bahan-bahan Kimia laboratorium IPA.
6.    Menginventarisasikan dan mengadministrasikan alat-alat/bahan-bahan kimia laboratorium IPA.
7.    Menyusun laporan pendayagunaan/pemanfaatan laboratorium IPA.

1.    Laboran Laboratorium Komputer.
2.    Merencanakan pengadaan alat, bahan dan barang untuk komputer.
3.    Membersihkan dan merawat perangkat komputer.
4.    Memeriksa stabilitas aliran listrik.
5.    Memperbaiki / menyimpan alat, bahan, barang Informatika Teknologi.
6.    Membuat / mengatur jadwal penggunaan Informatika Teknologi.
7.    Menginventarisir dan mengadministrasikan alat, bahan dan barang.

8.    Menyusun laporan pendayagunaan/pemanfaatan kepada Kepala Madrasah.

Prota sarpras




Program Tahunan Waka Sarana

Setelah terdata semua kebutuhan sarana prasarana MTs Futuhiyyah 2 Manggen Tahun Pelajaran 2014 / 2015 maka untuk memenuhi kebutuhan tersebut perlu disusun Program Kerja dengan mempertimbangkan kondisi pendanaan sekolah  dengan acuan skala prioritas serta menindak lanjuti Evaluasi Diri Sekolah ( EDS ) yang direkomendasikan oleh Tim Penyusun EDS .
Program Kerja Tahunan Waka Sarana Prasarana  secara operasional garis – garis besarnya dapat diuraikan sebagai berikut:

No
Kegiatan
Sasaran
Target
Waktu
1
Inventarisasi kebutuhan Sarana Prasarana
Data kebutuhan sarana prasarana pendidikan
Terinventaris kebutuhan sarana prasana pendidikan dengan baik
akhir tahun pelajaran 2013 / 2014
2
Penyusunan Program Kerja Tahunan
Rincian Program Kerja Tahunan
Penjelasan Program Kerja
Libur akhir tahun pel
3
Pemeliharaan Sarana Prasarana dan Lingkungan
Sarana dan prasarana pendidikan dan lingkungan
Terpelihara sarana prasarana pendidikan dan lingkungan
·    libur akhir tahun 2014 / 2015
·    sewaktu – waktu secara periodik
4
Pengadaan Sarana Pembelajaran dan Laboratorium
Memenuhi sarana pembelajaran dan laboratorium
Terpenuhi Sarana pembelajaran dan laboratorium yang masih kurang
·    libur akhir tahun 2014 / 2015
sewaktu – waktu secara periodik
5
Pemantauan  kebersihan lingkungan
Lingkungan sekolah yang bersih
Terwujudnya lingkungan sekolah yang bersih , asri .
setiap hari
6
Evaluasi pelaksanaan Program
Pelaksanaan Program kerja sarana prasarana
Mengevaluasi keterlaksanaan program kerja untuk refleksi kegiatan tahun berikutnya.
·    sewaktu – waktu
·    setiap akhir semester
·    akhir tahun pelajaran
7
Pelaporan
Laporan hasil kegiatan
Tersusunnya Laporan hasil kegiatan pengelolaan sarana prasarana selama satu tahun
Setiap akhir semester dan akhir tahun .

Program pelaksanaan kerja sarana dan prasarana


PROGRAM PELAKSANAAN KERJA
MADRASAH TSANAWIYAH FUTUHIYYAH 2 MRANGGEN DEMAK
TAHUN 2014 / 2015


  I.            Jenis Tugas  

Membantu Kepala Madrasah dalam urusan yang berhubungan dengan sarana/prasarana Madrasah dengan rincian sebagai berikut : 

A. Menyusun program kerja pengadaan, pemanfaatan, pemelihar aan dan perawatan serta pengembangan sarana/prasarana secara bulanan maupun tahunan.
B.     Mengkoordinasikan penyusunan kebutuhan sarana/prasarana.
C.     Mengkoordinasikan pelaksanaan inventarisasi sarana/prasarana.
D. Mengkoordinasikan pelaksanaan pengadaan bahan praktik siswa serta perlengkapan  Madrasah.
E.     Mengkoordinasikan pemeliharaan, perbaikan,,pengembangan dan penghapusan sarana.
F.      Mengkoordinasikan pengawasan penggunaan saran/prasarana Madrasah.
G.    Mengkoordinir penggunaan ruang labor IPA dan Komputer 
H.    Membuat laporan berkala dan insidentil.

II.            Hasil yang di Capai  

A.    Tersusunnya program kerja pemanfaatan, pemeliharaan, dan perawatan sarana/prasarana bulanan maupun tahunan.
B.     Tersusunnya kebutuhan sarana prasarana.
C.     Terwujudnya daftar inventaris sarana dan prasarana antar ruangan.
D.    Terlaksananya pemeliharaan, perbaikan, pengembangan dan penghapusan sarana.
E.     Terlaksananya pengawasan penggunaan sarana dan prasrana.
F.      Adanya buku pemakaian alat.
G.    Adanya blanko perbaikan alat.
H.    Adanya jadwal pemakaian ruang praktik 

III.            Wewenang

1.      Mewakili Kepala Madrasah apabila tidak berada di tempat.
2.      Mendata inventaris Madrasah secara rutin.
3.      Merencanakan pengadaan inventaris Madrasah.
4.      Mengusulkan penghapusan inventaris yang sudah tidaklayak dipakai.
5.      Melaksanakan pengawasan penggunaan sarana/prasarana.

IV.            Bentuk Tanggung Jawab 


Perawatan dan pemeliharaan terhadap invetaris Madrasah

Ada Apa Denga Valentine's Day

KAJIAN ISLAMI
ADA APA DENGAN VALENTINE’S DAY…….????

Pendahuluan

    Pada bulan Februari, kita selalu menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibukria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari.
Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine’s Day. Biasanya mereka saling mengucapkan “Selamat hari Valentine”, berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah “Hari Kasih Sayang”. Benarkah demikian..?

Sejarah Valentine’s Day
    The World Book Encyclopedia, vol. 20 (1993) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine’s Day: “Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine’s Day probably came from a combination of all three of those sources-plus the belief that spring is a time for lovers.”
    Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of fe-verish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda mencambuk orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dicambuk karena anggapan cambukan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.
Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Constantine dan Paus Gregory I. (Lihat: The Encyclopedia Britannica, vol. 12, sub judul: Christianity)
    Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine’s Day untuk menghormati St. Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari. (Lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).
    The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa “St. Valentine” termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.
    Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St. Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.
    Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St. Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga ia pun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (Lihat: The World Book Encyclopedia, vol. 20, 1993).
    Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St. Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Ge-offrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (Lihat: The Encyclopedia Britannica, vol. 12, hal. 242, The World Book Encyclopedia, 1998).
    Lalu bagaimana dengan ucapan “Be My Valentine?” Ken Sweiger dalam artikel,“Should Biblical Christians Observe It?” (www. Korr-net.org) mengatakan: “Kata“Valentine” berasal dari bahasa Latin yang berarti: “Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa”. Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi “to be my Valentine”, hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi “Sang Maha Kuasa”) dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah ta’ala.
Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod “the hunter” dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!
    Saudaraku, itulah sejarah Valentine’s Day yang sebenarnya, yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan “kasih sayang”, lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya?. Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita -remaja putra-putri Islam- yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Padahal Allah ta’ala berfirman, artinya
“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertanggung jawabnya.” (QS. al-Isra’: 36).
Hukum Merayakan Valentine’s Day
    Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi’ar dan kebiasaan. Padahal Rasul sahallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: “Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.” (HR. at-Tirmidzi).
    Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali St. Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnul Qayyim al-Jauziyah berkata, “Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, “Selamat hari raya bagimu!” dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang telah bersujud kepada Salib. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid’ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah q.” (Lihat: Ahkam Ahli adz-Dzimmah, juz. 1, hal. 441)
    Abu Waqid meriwayatkan: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berkata, “Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath.” Maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, ‘Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.’ Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian.” (HR. at-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).
    Syaikh al-Utsaimin -rahimahullahu- ketika ditanya tentang Valentine’s Day mengatakan:
“Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: Pertama: ia merupakan hari raya bid‘ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari‘at Islam. Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para Salaf Shalih (pendahulu kita) –semoga Allah ta’ala meridhai mereka-. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya. Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah ta’ala melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya.” [Lihat: al-Fatawa asy-Syar’iyah Fi Masa’il al-Ashriyah Min Fatawa Ulama al-Balad al-Haram, Syaikh Khalid al-Juraisiy, hal 1022]
    Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala’ dan bara’ (loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu’min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.
    Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memper-banyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka’at shalatnya membaca,“Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.” (QS. al-Fatihah: 6-7)
Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah ta’ala agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.
    Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah ta’ala telah berfirman, yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebagian mereka adalah pemimpin bagi sebagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim.” (QS. al-Maidah: 51)
    “Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari Akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya.” (QS. al-Mujadilah: 22)
Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.
    Saudaraku…!! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.
    Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.
Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami .. dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.

Penutup
    Semoga Allah ta’ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah ta’ala menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan dalam hadits qudsi: Allah ta’ala berfirman, artinya, “Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling berkorban karena Aku dan yang saling mengunjungi karena Aku.” (HR. Ahmad).
Harapan
    Izinkanlah keluarga dan teman Anda turut membaca risalah ini. Semoga bermanfaat dan Allah senantiasa memberkahi kita.

Kompetensi

UJI KOMPETENSI SISWA BAB. 5 JARINGAN KOMPUTER DAN INTERNET ( FASE D / KELAS 7) KURIKULUM MERDEKA (DEEP LERANING)

Quiz Informatika Kelas 7 Bab Jaringan Komputer dan Internet oleh khairulm80